Dimusim hujan kasus leptospirosis akan meningkat karena banyaknya genangan air yang bisa menjadi media penyebar penyakit - Health - okezone health
8 Cacingan. Penyakit lain yang kerap terjadi pada sapi adalah cacingan. Meskipun tergolong sebagai penyakit yang cukup ringan, namun hal ini tidak boleh dibiarkan karena bila parah dapat menyebabkan kematian pada sapi. Nah, itulah beberapa jenis penyakit sapi di musim hujan yang harus Anda ketahui.
Hatiyang terserang kokkidiosis terlihat bercak-bercak puktih kalau di bedah. Penularan penyakit lewat mulut. Bibit penyakit lewat mulut. Bibit penyakit tertelan lewat makanan, air minum, atau sesuatu yang mengandung penyakit yang dijilati kelinci.Pada musim hujan yang panjang dan kondisi peternakan kotor, serangan penyakit ini mudah sekali timbul.
Mencegah Penyakit Kelinci Di Musim Hujan. Oleh budidayawan Diposting pada 11 November 2021. Selamat Datang di Web Rumah Budidaya, tempat beragam macam budidaya yang akan disajikan dalam web ini secara rinci dan detail. Baca Selengkapnya. Pos-pos Terbaru. √Cara Merawat Bunga Mawar;
Hawa angin dingin akan menjadi masalah buat kelinci; musim hujan, hijauan banyak yang muda, sehingga kelinci tidak kuat; Kelinci tidak tahan pada musim hujan. Tidak bagus memelihara kelinci di musim hujan. Semua komentar itu kelihatannya benar adanya karena pada musim hujan telah terjadi kematian atau penyakit pada kelinci.
Berikutbeberapa contoh: lidah buaya, begonia, umbi daffodil, bunga lili, dan geranium. 3. Pastikan habitat kelinci selalu kering. Jika Anda memelihara kelinci di luar rumah, kelembapan dapat menyebabkan kondisi yang kotor dan pada akhirnya menimbulkan penyakit, misalnya " fly strike " yang sudah disebutkan sebelumnya.
. Skip to content Beranda / Informasi Kesehatan / Kesehatan Umum / 7 Penyakit Khas Musim Hujan yang Wajib Diwaspadai Semua Orang 7 Penyakit Khas Musim Hujan yang Wajib Diwaspadai Semua Orang – Musim monsun barat akhirnya tiba dan hampir semua kawasan di Indonesia diguyur hujan yang cukup deras. Saat musim hujan tiba, udara biasanya cenderung dingin saat malam hari. Selain itu, siang saat mendung masih menggantung, kita akan merasakan panas yang cukup kuat sehingga peluang terjadi gangguan pada tubuh akan karena cuaca saat musim hujan yang sangat tidak menentu, menjaga kesehatan adalah hal yang harus dilakukan dengan baik. Tanpa menjaga kesehatan, daya tahan akan menurun dan Anda mudah sekali terkena beberapa penyakit khas musim hujan di bawah ini. Jenis penyakit khas musim hujan Penyakit khas musim hujan ada banyak dan sebagian besar sering disepelekan. Padahal penyakit di bawah ini bisa jadi sangat berbahaya dan menurunkan produktivitas. Demam berdarah dengue Tidak bisa dimungkiri lagi kalau musim hujan yang tiba di Indonesia akan meningkatkan populasi nyamuk Aedes aegypti akan meningkat. Nyamuk ini membawa virus dengue yang menyebabkan demam pada tubuh hingga perdarahan yang bisa memicu kondisi berbahaya. Cara mencegah penularan penyakit ini adalah tidak tidur saat siang hari di kamar. Lebih baik beraktivitas di luar ruangan. Selain itu, daya tahan tubuh yang buruk juga mempercepat virus berkembang dan akhirnya menyebabkan perdarahan di mulut dan hidung. Diare Saat musim hujan tiba, bakteri penyebab diare akan mudah sekali mengalir bersama dengan air. Kalau air itu terciprat di tubuh lalu mengenai tangan, penularan bisa terjadi. Apalagi kalau tangan tidak segera dicuci hingga bersih. Setelah berada di luar ruangan dan terkena air hujan, usahakan untuk mencuci tangan hingga bersih. Kalau Anda ingin aman, bisa mandi dan mengganti pakaian. Dengan melakukan hal tersebut, kemungkinan terjadi diare akan rendah. Demam dan batuk Udara saat musim hujan cenderung sangat rendah dan juga tidak nyaman. Dengan kondisi ini demam akan mudah sekali terjadi. Beberapa orang terkena air hujan sedikit saja bisa langsung demam karena daya tahannya terus anjlok. Senada dengan demam, batuk juga mudah sekali menyerang saat musim hujan. Gejala batuk akan muncul perlahan-lahan dalam bentuk gatal di tenggorokan dan nyeri saat menelan makanan. Selanjutnya batuk berdahak atau kering akan muncul sehingga Anda harus mengatasi dengan obat yang tepat. Influenza Selain batuk yang membuat perut sakit, kondisi influenza juga kerap muncul dan menyebabkan masalah yang besar. Flu akan membuat tubuh menjadi lemas dan tidak nyaman. Konsentrasi akan anjlok dan daya tahan tidak bisa dipertahankan. Saat flu muncul, hidung akan kerap bersin dan muncul ingus. Influenza harus segera diatasi agar tubuh kembali normal. Selain itu, flu juga mudah sekali menular. Sekali bersin, virus akan menyebar ke mana-mana dan orang yang ada di sekitar Anda bisa terkena. Selalu sediakan masker agar tidak menyebarkan virus dan Anda tidak terkena virus lain dan udara kotor dari luar. Lepotospirosis Penyakit ini sangat berbahaya karena bisa menyebabkan diare, demam tinggi, nyeri pada otot, dan muntah berkali-kali. Penyakit dibawa oleh tikus dan menular dari kotorannya. Saat kotoran terkena air hujan, bakteri akan menyebar ke mana-mana dan bisa masuk ke dalam tubuh melalui kaki, tangan, atau luka terbuka. Kalau Anda merasakan mual dan diare selama berhari-hari dan tidak ada tanda kesembuhan segera hubungi dokter. Kalau pun nantinya bukan leptospirosis, Anda akan segera mendapat pertolongan. Jamur di kaki Masalah lain saat musim hujan yang harus tetap diwaspadai adalah jamur di kaki. Jamur di kaki sering muncul karena terus terendam dengan air hujan. Kondisi ini menyebabkan kaki jadi mengalami infeksi dan aromanya tidak sedap. Typus Typus juga sering muncul dan cara penularannya seperti diare. Tangan yang kotor atau makanan yang mengandung bakteri masuk ke tubuh. Akhirnya bakteri menyebabkan gangguan di saluran pencernaan seperti gangguan di usus dan area di sekitarnya. Cara menjaga daya tahan tubuh saat musim hujan Saat hujan, tubuh akan mudah sekali sakit karena daya tahan tubuh yang terus anjlok. Agar hal ini tidak terjadi, lakukan beberapa tips di bawah ini. Pastikan selalu membawa payung atau mantel saat keluar rumah. Dengan menggunakan dua benda tersebut, paling tidak Anda tidak akan basah kuyup dan tubuh menjadi kotor. Air hujan mengandung senyawa tertentu yang bisa membuat seseorang mudah sekali pusing hingga sakit. Gunakan pakaian yang lebih tebal dari biasanya. Kalau pun tidak tebal, usahakan memakai atasan lengan panjang dan bawahan yang sama panjangnya. Kalau Anda kehujanan dan mengenai kepala cukup banyak, segera mandi dan keramas. Bersihkan rambut dna kulit kepala hingga bersih. Perbanyak mengonsumsi minuman yang hangat. Anda boleh mengonsumsi teh, wedang jahe, atau air putih hangat. Jangan minum air es kalau merasa tidak nyaman. Perbanyak istirahat untuk menjaga daya tahan tubuh. Dalam satu hari pastikan tidur selama 6-8 jam. Selalu hidrasi tubuh Anda dengan minum hingga 8 gelas air. Perhatikan apa yang Anda makan. Pastikan untuk mengonsumsi makanan dengan kandungan vitamin C tinggi agar tubuh semakin kuat. Tetap lakukan olahraga semampunya. Jangan hanya tidur dan bermalas-malasan karena bisa membuat Anda rentan sakit. Inilah ulasan tentang penyakit yang muncul saat musim hujan dan beberapa cara untuk menjaga daya tahan tubuh. Nah, dari beberapa gangguan di atas, mana saja yang kira-kira mudah sekali menular dan mengenai banyak orang? Semoga kita selalu sehat selama musim hujan, ya! DokterSehat © 2023 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi
Penyakit Yang Menyerang Kelinci Pada Musim Hujan Merawat Kelinci. Para peternak kelinci selalu was-was ketika musim-musim penghujan sudah mulai datang. Pada awal bulan oktober, november, desember semakin banyak laporan mengenai kematian kelinci secara mendadak. Banyak laporan masuk dari para peternak kelinci kematian mendadak tidak hanya pada anak kelinci tapi juga untuk kelinci indukan. Pertanyaan yang tersisa adalah apakah musim hujab yang membawa kematian pada kelinci anda? Jawabannya tentu saja tidak, karena kelinci anda tidak kehujanan dan yang kedua apakah kelinci di alam bebas juga mati mendadak ketika musim hujan tiba? Musim hujan membawa perubahan terutama pada suhu dan kelembaban rata-rata udara. Keadaan ini tentunya tidak berpengeruh bagi kelinci tapi berdampak sangat baik untuk perkembangan berbagai macam protozoa, bakteri dan juga virus. Hujan menyebabkan rumput menjadi basah dan menjadi tempat yang sangat baik bagi pertumbuhan eimeria yang menyerang tubuh kelinci. Kelinci dewasa dengan daya tahan tubuh lemah tentunya akan terkena imbasnya. Untuk mengurangi resiko kematian tentu saja obat tidak akan bekerja secara maksimal. Beberapa langkah yang harus dilakukan untuk mengurangi masalah tersebut adalah sebagai berikut Rumput basah karena hujan bukan berarti hujan menyapu debu yang melekat pada rumput. Gerimis malah membuat rumput semakin kotor terutama hujan yang terjadi daerah kota yang kemungkinan sudah tercemar dan mengandung asam. Sebaiknya mencuci ulang rumput pakan kelinci sebelum diberikan kepada kelinci anda, Perhatikan waktu pengambilan rumput pakan, sebisa mungkin mengambil rumput dalam keadaan kering atau pada saat matahari siang jam 11 sedang terik karena pada kondisi ini matahari dihantam panas matahari yang mampu mengurangi bakteri. Rumput kering sama buruknya dengan rumput basah karena debu yang berterbangan bisa menyerang kelinci anda. Sebaiknya cuci rumput tersebut kecuali bagi peternak di desa yang jauh dari keramaian kota, namun tidak salah memastikan kebersihan pakan karena ada resiko tercemar pestisida. Kandang lembab dapat membuat serangan penyakit dan memperburuk scabies pada kelinci. Kemungkinan kandang lembab jauh lebih banyak menyimpang bibit penyakit dibandingkan dengan kandang kering. Upaya penempatan kandang kelinci pada tempat yang terkena panas matahari pada jam 7 sampai dengan jam 9 paling tidak mendapatkan sinar matahari selama setangah jam karena sinar matahari ini sangat baik untuk kesehatan baik untuk kelinci aupun mahluk lain. Jangan memberikan air minum yang ditampung dari air hujan karena air hujan juga tidak memerikan jaminan kebersihan air. Gunakan air pam yang sudah diendapkan terlebih dahulu sebelum memberikan air tersebut kepada kelinci. Peternak di kota-kota besar mendapatkan masalah berupa penurunan kualitas air tanah sebagai air minum namun bagi peternak dari desa masih aman-aman saja. Lokasi
JAKARTA, - Bagi pemilik tanaman di kebun, hujan merupakan sebuah berkah yang disambut baik. Namun, terkadang hujan yang terus-menerus dapat membuat tanaman di kebun mengalami banyak masalah. Dilansir dari Gardening Know How, Selasa 14/12/2021, cuaca yang terlalu basah bisa menyebabkan penyakit pada tanaman melalui bakteri dan jamur patogen yang dipupuk oleh kelembapan jangka panjang pada daun serta sistem akar. Baca juga 9 Kiat Perawatan Tanaman Cabai di Musim Hujan Hujan yang berlebihan atau terus-menerus bisa menyebabkan tanaman mengalami penyakit kerdil, bintik-bintik pada dedaunan, pembusukan pada daun, batang, atau buah, tanaman layu, bahkan tanaman mati. Cuaca hujan yang ekstrem juga mencegah penyerbuk mempengaruhi pembungaan dan pembuahan. Namun, dengan pemantauan dan pengenalan awal, Anda dapat menghindari masalah-masalah tersebut. Baca juga 9 Tips Merawat Bunga Mawar saat Musim Hujan agar Tidak Layu dan Mati Penyakit yang dapat menyerang tanaman saat musim hujan Ada pun sejumlah penyakit yang dapat menyerang tanaman saat musim hujan tiba seperti berikut ini. Antraknosa Jamur antraknosa menyebar pada pohon yang tengah berganti daun dan selalu hijau selama musim hujan berlebih. Biasanya, jamur ini mulai muncul pada cabang tanaman yang lebih rendah, lalu secara bertahap menyebar ke atas juga Simak, 8 Tips Menanam Cabai Saat Musim Hujan Disebut juga hawar daun, antraknosa muncul sebagai lesi gelap pada daun, batang, bunga, dan buah dengan daun gugur prematur. Untuk memerangi jamur ini, buang sisa-sisa pohon selama musim tanam. Pangkas daun untuk meningkatkan aliran udara dan membuang bagian tanaman yang terinfeksi. Semprotan fungisida dapat bekerja, tetapi tidak praktis pada pohon besar. Baca juga Cara Mengatasi Tanaman yang Rusak akibat Hujan Lebat Embun tepung PIXABAY/WILLFRIED WENDE Ilustrasi penyakit embun tepung atau powdery mildew pada tanaman. Embun tepung atau jamur tepung adalah penyakit umum lainnya yang disebabkan oleh hujan berlebih. Jamur ini terlihat seperti pertumbuhan tepung putih pada permukaan daun dan menginfeksi dedaunan baru dan tua. Tanda dari penyakit ini umumnya daun tanaman rontok sebelum waktunya. Angin membawa spora embun tepung dan dapat berkecambah tanpa kelembapan. Untuk membasmi jamur ini, dapat menggunakan sinar matahari, mengaplikasikan minyak nimba, belerang, bikarbonat, dan fungisida organik dengan Bacillus subtillis atau fungisida sintetis. Baca juga Trik Menanam Cabai pada Musim Hujan agar Bebas Penyakit Antraknosa Jamur kudis Jamur kudis menyebabkan daun menggulung dan menghitam serta muncul bintik hitam pada daun semak mawar saat musim hujan. Hawar api Hawar api adalah penyakit bakteri yang menyerang pohon buah-buahan seperti pir dan apel.
Sedia payung sebelum hujan, cegah sebelum terlambat. Pepatah itu menjadi semakin bermakna ketika memasuki musim hujan yang rawan penyakit. Ya, pencegahan penyakit harus lebih serius lagi di musim hujan. Baca artikel ini sampai habis untuk tahu cara mencegah dan mengatasi penyakit di saat musim hujan. Dalam artikel ini akan dibahas apa saja jenis penyakit yang sering merebak di saat musim hujan, cara mencegah, dan cara mengatasi penyakit-penyakit itu. Informasi dalam artikel ini dirangkum dari berbagai sumber yang dapat dipercaya, silakan lihat bagian “sumber referensi” di akhir artikel untuk melihatnya. Pencegahan Penyakit di Musim Hujan Curah hujan yang tinggi sering mengakibatkan banjir. Di Indonesia sendiri, khususnya di ibu kota Jakarta, bencana ini terjadi setiap tahun. Ini menimbulkan banyak ancaman penyakit berbahaya bagi orang dewasa maupun anak-anak selama bencana seperti itu. Terlebih lagi selama musim hujan tubuh manusia biasanya berkurang staminanya sehingga lebih rentan terkena infeksi. Kondisi lembap selama musim hujan juga menyuburkan perkembangan bakteri dan jamur yang bisa menyebabkan infeksi penyakit. Infeksi semacam itu bisa menjangkit melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Berikut adalah jenis-jenis penyakit yang mudah menjangkit di saat musim hujan & cara mencegah serta mengatasi penyakit itu. Penyakit di Musim Hujan Diare Diare adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri di usus besar yang mengakibatkan BAB menjadi encer. Jika infeksi menjadi lebih parah, BAB bisa jadi akan mengandung darah. Bagaimana cara mencegah penyakit di saat musim hujan ini? Anda harus selalu mencuci tangan dengan saksama sebelum makan dan setelah selesai menggunakan toilet, sehingga mencegah bakteri berkembang biak. Bagaimana cara mengatasi penyakit di musim hujan ini? Sebaiknya pergi ke dokter dan minum air yang banyak. Sekitar 60 – 70 persen diare pada anak-anak disebabkan oleh infeksi bakteri yang perlu penanganan khusus. Penyakit Musim Hujan Demam Berdarah Demam berdarah adalah penyakit yang ditularkan melalui perantara nyamuk Aedes aegypti. Jenis nyamuk ini berkembang biak di daerah genangan air. Jadi di musim hujan ketika ada banyak genangan air di segala bentuk wadah, mereka punya banyak tempat untuk bersarang. Jika nyamuk Aedes aegypti menggigit kita, mereka menularkan virus dengue yang dapat mengakibatkan penyakit demam berdarah. Bagaimana cara mencegah penyakit di saat musim hujan ini? Kita dapat melakukan pencegahan demam berdarah dengan lebih sering membersihkan bak air, menjaga lingkungan tetap bersih, dan membersihkannya dari barang-barang yang dapat membuat air hujan menggenang. Bagaimana cara mengatasi penyakit di musim hujan ini? Demam berdarah tidak bisa ditangani hanya dengan perawatan di rumah. Penderitanya harus mendapat perawatan intensif dari dokter. Jadi segeralah datang ke dokter atau rumah sakit terdekat apabila mengalami gejala-gejala demam berdarah seperti demam tinggi yang tiba-tiba selama 2 – 7 hari, bintik-bintik merah di kulit, nyeri sendi, nyeri otot, dan sakit kepala hebat. Penyakit Musim Hujan Leptospirosis Penyakit Kencing Tikus Leptospirosis adalah penyakit yang menular melalui air kencing hewan yang telah terinfeksi seperti tikus yang mengandung bakteri leptospira. Bakteri itu dapat masuk ke dalam tubuh melalui kulit atau membran mukosa yang bersentuhan langsung dengan air, tanah basah, atau lumpur yang terkontaminasi kencing hewan. Gejala-gejala leptospirosis antara lain demam tinggi, sakit kepala, menggigil, nyeri otot, muntah-muntah, kulit kuning, diare, dan ruam. Bagaimana cara mencegah penyakit ini saat musim hujan? Hindarilah kontak dengan air atau tanah basah yang mungkin terkontaminasi kencing hewan. Jangan mengarungi, berenang di, atau menelan air dari banjir, danau, sungai, atau rawa. Sebelum minum air, rebus dulu air itu atau gunakan bahan kimia untuk membasmi kuman di dalamnya, terutama kalau airnya berasal dari sumber yang bisa terkontaminasi. Tutupi luka atau lecet dan kenakan pakaian pelindung, terutama alas kaki, saat harus mengarungi banjir atau air lain yang mungkin terkontaminasi. Bagaimana cara mengatasi penyakit di musim hujan ini? Jika mengalami gejala-gejala leptospirosis, segeralah datang ke dokter. Beritahukan padanya bahwa penyakit itu mungkin akibat terkena air yang terkontaminasi. Penyakit Musim Hujan Infeksi Saluran Pernapasan Akut ISPA Infeksi saluran pernapasan akut ISPA biasanya disebabkan oleh bakteri, virus, atau mikroorganisme lainnya. Gejala-gejala dari ISPA antara lain batuk, hidung beringus, demam, sakit tenggorokan, sesak napas, dan nyeri dada. Bagaimana pencegahan penyakit ini di saat musim hujan? Cucilah tangan secara teratur, khsuusnya sehabis melakukan kegiatan di tempat umum. Jangan sentuh bagian wajah agar virus, bakteri, atau kuman lainnya tidak masuk melalui mulut, hidung, atau mata. Perbanyak asupan vitamin C untuk menguatkan daya tahan tubuh. Dan rajinlah olahraga untuk semakin memperkuat daya tahan tubuh. Bagaimana cara mengatasi penyakit musim hujan ini? ISPA paling sering disebabkan oleh infeksi virus, yang biasanya akan sembuh sendiri meski tidak diobati. Namun Anda bisa meredakan gejala-gejalanya dengan lebih banyak beristirahat, minum banyak air putih, minum air jeruk nipis dicampur madu, berkumur air hangat untuk meredakan sakit tenggorokan, dan menghirup uap dari air panas untuk melegakan hidung tersumbat. Jika gejala-gejalanya tidak juga membaik, sebaiknya pergi ke dokter. Dokter dapat meresepkan obat-obat tertentu untuk membantu mempercepat pemulihan. Penyakit di Musim Hujan Penyakit Kulit Musim hujan sering menimbulkan genangan air di jalanan, yang bisa membuat jamur penyebab penyakit kulit tumbuh subur. Pakaian kita juga jadi sering basah terkena hujan yang bisa menyebabkan penyakit kulit. Bagaimana pencegahan penyakit ini di saat musim hujan? Cara yang paling mudah adalah dengan segera mengganti pakaian yang sudah terkena hujan. Dan segera mandi dengan sabun setelah kehujanan. Bagi yang memakai jas hujan, jemur dulu jas itu sampai kering sebelum memakainya lagi untuk mencegah jamur tumbuh. Penyakit Musim Hujan Demam Tifoid Tipes Demam tifoid adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi yang ditularkan melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi. Orang yang terinfeksi demam tifoid biasanya akan mengalami demam di malam hari yang menghilang di siang hari, sakit kepala, mual, muntah, hilang selera makan, dan sakit perut. Jika menginfeksi anak-anak, penyakit ini bisa menyebabkan diare. Jika menginfeksi orang dewasa, biasanya menyebabkan sembelit. Bagaimana cara mencegah penyakit musim hujan ini? Selalu cuci tangan dengan air mengalir dan sabun, terutama sebelum makan dan setelah menggunakan toilet. Jangan minum air dari sumber yang telah terkontaminasi. Jangan makan buah dan sayur yang tidak dicuci bersih. Pilihlah makanan yang dihidangkan panas-panas, dan sebaiknya tidak beli makanan di pinggir jalan. Bagaimana cara mengatasi penyakit di musim hujan ini? Segera periksa ke dokter jika mengalami gejala-gejala demam tifoid. Jika memang penyebabnya adalah demam tifoid, dokter dapat meresepkan obat antibiotik untuk membantu mengatasi infeksi bakteri penyebab penyakit ini. Selama menjalani pengobatan, jangan lupa untuk minum banyak air agar tidak dehidrasi. Karena ada banyak penyakit yang mudah menjangkit selama musim hujan, kita perlu lebih serius dalam melindungi diri kita. Jagalah kebersihan rumah dan lingkungan sekitar tempat tinggal kita. Beri perhatian khusus pada area-area seperti kamar mandi, wastafel dapur, dapur, dan tempat cuci pakaian. Demikianlah artikel ini yang membahas tentang penyakit di musim hujan. Semoga informasi ini dapat membuat kita semua lebih waspada terhadap bahaya kesehatan di sekitar kita. Temukan juga ulasan-ulasan bermanfaat lain seputar kesehatan hanya di Sumber Sumber Referensi Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Penyakit Musim Hujan yang Harus Diwaspadai dan Langkah Antisipasinya. Published 2014-01-13. URL Accessed 2020-01-15 Combiphar. Common diseases during the rainy season. Published 2015-02-05. URL Accessed 2020-01-15 Centers for Disease Control and Prevention. Leptospirosis. Reviewed 2018-05-01. URL Accessed 2020-01-15 Healthline Editorial Team. Acute Respiratory Infection. Reviewed 2019-03-04. URL Accessed 2020-01-15 About the author Artikel dibuat oleh tim penulisan kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan. Kontak penulis... Mendapat manfaat dari artikel-artikel kami? Mohon berikan ulasan untuk terus menyemangati kami menulis > Google Review
Terkadang kita dibuat bingung dengan fenomena kelinci pada musim hujan, tepatnya saat awal bulan November sampai akhir Februari. Di bulan-bulan tersebut biasanya keluhan mengenai kematian kelinci yang mendadak semakin marak. Bukan hanya anak kelinci yang mati, tapi induk-induknya juga ikut mati akibat sakit di musim hujan. Padahal jika dipikir-pikir harusnya kelinci tidak mati saat musim hujan. Karena posisi kelinci tidak kehujanan. Selain itu, di habitat aslinya kelinci juga tidak mati saat musim hujan. Tapi kenapa kelinci kita mati? Yang salah sebenarnya cuaca atau kitanya? Yang jelas, manusianya yang salah. Namun tentu saja semua ada penyebabnya. Tidak mungkin ada akibat kalau tidak ada sebab. Untuk itu demi menjawab persoalan-persoalan yang ada di grup-grup media sosial mengenai penyakit kelinci pada musim hujan, akan membagikan tips jitu mencegah penyakit yang menyerang kelinci di musim hujan. Disertai juga penyebab-penyebab mengapa kelinci banyak yang mati di musim hujan. Penyebab dan Cara Mencegah Penyakit Kelinci di Musim Hujan Jika ada pertanyaan, "Mengapa kelinci sering mati mendadak di musim hujan dan lebih rentan terhadap penyakit?" Jawabannya adalah karena musim hujan bisa mempengaruhi perubahan suhu dan kelembaban. Kadar udara semakin dingin dan tingkat kelembaban semakin tinggi. Ditambah lagi rumput-rumput menjadi basah. Kondisi seperti itulah yang menjadi penyebab kelinci sakit pada musim hujan. Bakteri dan virus berkembang biak dengan cepat. Rumput yang basah menjadi tempat yang paling baik bagi pertumbuhan parasit eimeria. Eimeria sendiri adalah salah satu virus yang dapat menyerang tubuh kelinci serta mengakibatkan diare dan lain lain. Kelinci yang masih kecil dan memiliki daya tahan tubuh yang lemah, rentan terhadap parasit tersebut. Bahkan kelinci dewasa yang berdaya tahan tubuh lemah juga bisa terkena imbasnya. Oleh sebab itu kalian harus mengurangi resiko kematian kelinci pada musim hujan. Karena bila sudah terlambat, memakai obat saja kurang maksimal. Berikut beberapa langkah mencegah penyakit kelinci musim hujan 1. Cuci Rumput untuk Pakan Kelinci Jangan beranggapan kalau hujan akan membersihkan debu debu yang menempel pada rumput. Sebaliknya justru gerimis atau hujan akan membuat rumput semakin kotor, terutama di daerah perkotaan yang sudah tercemar oleh banyak sampah. Maka sebaiknya mencuci ulang rumput yang akan dijadikan pakan kelinci. Begitu juga pada rumput kering. Untuk berhati-hati dan memastikan tidak ada bakteri di musim hujan. Sebaiknya dicuci dulu. 2. Mengambil Rumput di Waktu yang Tepat Sebisa mungkin kalian perhatikan waktu pengambilan rumput untuk pakan kelinci. Kalau bisa mengambilnya saat kering tidak basah karena hujan. Biasanya rumput-rumput yang kering pada saat matahari di atas kita sekitar jam sampai jam siang. Panasnya matahari dapat mengurangi pertumbuhan bakteri penyakit. Baca Jenis Rumput yang Baik untuk Makanan Kelinci 3. Hindari Kelembaban Kandang Kelinci Kandang yang bersuhu lembab bisa menjadi sarang virus penyakit kelinci. Sehingga rentan terkena scabies. Agar hal itu tidak terjadi, kurangi kelembaban kandang tersebut dengan menempatkan di bawah panas matahari pagi pukul, sampai pukul, pagi. Setidaknya kalian bisa menjemurnya selama setengah jam. Hingga bakteri-bakteri yang ada di dalam kandang mati semua. 4. Berikan Air Minum Bersih Kelinci juga membutuhkan minum sebagaimana yang sudah kami bahas di artikel, cara memberi minum kelinci. Namun jangan sampai memberi minum yang ditampung dari air hujan. Sebab kebersihan air hujan yang sudah ditampung kurang terjamin. Silakan gunakan air sumur yang sudah diendapkan semalam atau beberapa jam. Baca juga Ukuran Memberi Air Minum pada Kelinci Setiap Hari Itulah 4 langkah tepat pencegahan penyakit kelinci pada musim hujan. Semoga kalian bisa mengatasinya dengan mudah tanpa ada kesulitan. Bagikan ke yang lain.
.- Penyakit kelinci saat musim hujan Pada bulan Oktober - Maret seringkali kita mendengar banyak kelinci mati, bukan hanya kelinci anakan tetapi juga indukan? Mengapa? Apakah karena hujan?. Jawabannya hujan bukan penyebab, toh kelinci tidak kehujanan. Tetapi bahwa efek dari hujan pada rumput atau situasi kandang lembab basah seringkali menimbulkan penyakit, terutama penyakit dari Protozoa eimeria. Bahkan kelinci dewasa yang kebetulan daya tubuhnya kurang kuat ikut-ikutan terkena dampaknya. Bagaimana kita mengatasinya? Bukan obat yang kita cari, melainkan beberapa solusi berikut ini 1. Hati-hati dengan rumput. Rumput basah apalagi jika kehujanan gerimis itu tidak membersihkan kotoran debu secara total, melainkan justru menambah kotor. Terutama rumput yang berada di area industri atau perkotaan kotoran semakin akut karena sering kena debu kendaraan. Saat merumput usahakan pada siang hari setelah jam 11 siang setelah bakteri pada turun karena dihantam panas matahari. 2. kalaupun dapat rumput kering dan kotor karena banyak debu menempel tidak ada salahnya mencuci. Ini lebih aman. Masukkan rumput pada ember, beri air bersih terus diinjak-injak. Lihatlah, air akan menghitam pekat. Kita akan melihat betapa makanan untuk hewan kesayangan kita itu ternyata kotor penuh yang sering menyebabkan beberapa bakteri, terutama eimeria menyusup ke perut. Akibatnya perut kelinci tidak normal pencernaannya, lalu tumbuh gas yang menghambat laju feses keluar dan terus menggelembung. 3. Kandang lembab mestinya dihindarkan karena di sana juga muncul bakteri. Bisa jadi nanti bakteri menempel di makanan, minuman atau bahkan melalui udara. Kandang mesti rajin dibersihkan sampai bersih, usahakan pagi hari antara jam 7-9 terkena sinar matarari, minimal setengah jam. Jika tiga hal ini saja disadari sebagai sesuatu yang penting, niscaya kita akan terhindar dari kematian. Tetapi jika sudah sakit bagaimana? Cara Pencegahan Penyakit Kelinci Saat Musim Hujan Tentu kita akan bicara masalah pengobatan.
penyakit kelinci di musim hujan